Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengeluarkan travel advisory khusus pada Jumat untuk empat provinsi di Nepal yang dilanda banjir besar dan tanah longsor.
Advisory ini berlaku mulai pukul 21.00 waktu setempat untuk Provinsi Bagmati, Gandaki, Koshi, dan Lumbini.
>>> Nepal Tolak Bantuan Asing untuk Evakuasi Banjir, Korea Selatan Masih Negosiasi
Sementara itu, Level 1 travel advisory yang mengimbau kewaspadaan tetap berlaku untuk wilayah Nepal lainnya.
Kementerian menyarankan warga Korea yang berencana mengunjungi daerah terdampak untuk membatalkan atau menunda perjalanan mereka.
Bagi yang sudah berada di lokasi, diimbau untuk sangat memperhatikan keselamatan dan pindah ke area lebih aman kecuali ada alasan mendesak untuk tetap tinggal.
"Kami akan terus memantau situasi banjir di Nepal dan mengkaji apakah penyesuaian lebih lanjut pada travel advisory diperlukan," ujar kementerian dalam rilisnya.
>>> Polda Metro: Aktivitas Warga Jakarta Kembali Normal, Waspada Provokasi
Banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Himalaya utara-tengah Nepal sejak Rabu telah menyebabkan kerusakan luas dan menewaskan serta menghilangkan ratusan orang.
Sembilan warga Korea yang bekerja di lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga air di distrik Rasuwa masih belum ditemukan.
Sementara 10 warga Korea lainnya yang sempat terisolasi di daerah terdampak telah dipindahkan ke tempat aman.
Otoritas Nepal memperingatkan risiko banjir susulan karena naiknya permukaan air di danau yang baru terbentuk, yang berpotensi meluap.
>>> Ketua Fed Warsh Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga Jika Inflasi Tak Kunjung Turun
Warga dan petugas penyelamat di daerah hilir diminta untuk segera pindah ke tempat yang lebih aman, menurut laporan media asing.
