unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Pertamina Catat Produksi Sumur LLA-6 Capai 1.321 BOPD
News

Pertamina Catat Produksi Sumur LLA-6 Capai 1.321 BOPD

Ilustrasi platform lepas pantai Pertamina
A A Ukuran Teks16px

PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) mencatat produksi awal sumur pengembangan LLA-6 di Platform LLA lepas pantai utara Jawa Barat sebesar 1.321 barel minyak per hari (BOPD).

Sumur tersebut juga menghasilkan gas awal sebesar 2 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Senior Manager Subsurface Development & Planning PHE ONWJ Adang Sukmatiawan mengungkapkan keberhasilan ini berkat pembelajaran dari sumur LLE-5ST yang dibor tahun lalu.

"Mengingat lapisan targetnya sama, formulasi dan strateginya kami sempurnakan," ujar Adang dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Aliran hidrokarbon dari sumur LLA-6 mengalir secara natural dengan kadar air (BSW) 0 persen. Artinya, minyak yang dihasilkan benar-benar murni.

"Hasilnya terbukti, kami bisa mendapatkan produksi yang sangat baik dengan eksekusi yang jauh lebih matang," kata Adang.

Proses Pengeboran dan Efisiensi Biaya

Sumur LLA-6 mulai ditajak pada 24 Maret 2026 secara directional menggunakan Rig PVD-II.

Mata bor menembus hingga kedalaman akhir 5.407 kaki kedalaman terukur (ftMD) atau setara 3.561 feet true vertical depth (ftTVD).

Seluruh rangkaian pengeboran hingga uji alir produksi pada 2 Mei 2026 selesai dalam 33 hari. Durasi singkat ini berdampak positif pada efisiensi anggaran.

Total biaya yang terserap hanya 61,5 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang disetujui SKK Migas. Penghematan hampir 40 persen menjadi capaian tersendiri.

General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama mengapresiasi kerja keras tim.

"Keberhasilan ini sangat istimewa karena kita tidak hanya memikirkan seberapa besar lifting yang didapat, tapi juga seberapa efisien biaya yang dikeluarkan," kata Muzwir.

Setelah sumur LLA-6, PHE ONWJ langsung mengalihkan fokus ke sumur berikutnya, yaitu LLA-5 dan LLA-7. Mata bor kembali disiapkan untuk menembus target dengan lapisan yang sama.

"Masih ada beberapa rencana kerja bor ke depannya. Mohon doa agar hasil sumur LLA-5 dan LLA-7 bisa menyamai atau lebih baik," ujar Muzwir.

Keberhasilan sumur LLA-6 ini didapat dari pembelajaran sumur LLE-5ST yang dibor tahun sebelumnya.

Dengan formulasi dan strategi yang disempurnakan, hasilnya terbukti mampu memberikan produksi optimal dengan eksekusi yang lebih matang.

Adang menekankan bahwa minyak yang dihasilkan benar-benar murni dengan kadar air 0 persen.

Muzwir Wiratama menambahkan bahwa capaian ini merupakan wujud nyata upaya ketahanan energi domestik yang berkelanjutan.

PHE ONWJ tidak berpuas diri dan langsung mengalihkan fokus ke sumur LLA-5 dan LLA-7 dengan target lapisan yang sama.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru