Presiden Amerika Serikat Donald Trump kerap mengkritik dan meremehkan banyak pemimpin Eropa yang dijadwalkan menghadiri KTT NATO pekan depan di Turki.
Namun, tuan rumah Recep Tayyip Erdoğan berhasil memanfaatkan hubungan eratnya dengan Trump untuk memastikan kehadiran pemimpin AS tersebut.
>>> Bus Kelebihan Muatan Jatuh ke Jurang di Pakistan, 40 Tewas
Trump bahkan mengisyaratkan akan membawa "kado" berupa potensi penjualan mesin jet dan jet tempur F-35 yang selama ini diblokir karena kedekatan Turki dengan Rusia.
Hubungan Istimewa Erdoğan dan Trump
Trump sering memuji Erdoğan, menyebutnya sebagai "pemimpin hebat" dan teman baik. "Saya tidak akan pergi untuk kebanyakan orang," kata Trump pekan lalu.
"Tapi dia menelepon saya dan meminta saya datang. Saya pergi karena hormat kepada Presiden Erdoğan."
Hubungan ini membantu Erdoğan menghindari kekacauan yang akan ditimbulkan oleh ketidakhadiran Trump di aliansi, terutama saat Trump berulang kali mengancam akan menarik pasukan AS dari Eropa dan mengurangi peran AS di NATO.
Trump telah lama mengecam negara-negara NATO lain soal pengeluaran pertahanan, dan baru-baru ini bentrok dengan mereka karena tidak mendukung perangnya melawan Iran.
Namun, ia memberikan "iming-iming" bagi Erdoğan dengan mengisyaratkan pengumuman terkait mesin jet dan potensi penjualan F-35.
Kedekatan dengan Pemimpin Otoriter
Ketertarikan Trump pada pemimpin kuat telah lama membuatnya mengagumi Erdoğan, yang mengumpulkan kekuasaan di Turki sejak menjadi perdana menteri dan kini menjalani tahun ke-13 sebagai presiden.
Philip Gordon, mantan penasihat keamanan nasional Wakil Presiden Kamala Harris, mengatakan hubungan Trump dengan Erdoğan konsisten dengan pola preferensinya.
"Dia tampaknya memiliki hubungan lebih baik dengan lawan dan otokrat, dan dia pasti mengatakan hal-hal yang lebih baik tentang mereka daripada dengan sekutu," ujar Gordon, kini di Brookings Institution.

