Jasa Marga menyempurnakannya menjadi strategi perusahaan menuju customer experience yang lebih baik, salah satunya melalui aplikasi Travoy,” ujarnya.
Transformasi layanan juga dilakukan melalui perubahan nomor layanan pusat panggilan dari 14080 menjadi 133.
Langkah tersebut berhasil mengantarkan layanan pelanggan Jasa Marga meraih predikat Exceptional dan menempati peringkat pertama pada Contact Center Service Excellence Award 2025.
Tidak hanya layanan digital, perusahaan juga melakukan revitalisasi rest area agar bertransformasi dari sekadar tempat singgah menjadi destinasi yang menghadirkan pengalaman baru bagi pengguna jalan.
“Rest area harus berkembang menjadi bagian dari ekosistem perjalanan yang memberikan pengalaman, membuka peluang ekonomi, dan memperkuat keterlibatan masyarakat di sepanjang koridor jalan tol,” ujar Rivan.
Kinerja Keuangan dan Proyek Strategis
Di sisi kinerja, Jasa Marga membukukan pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan tersebut ditopang oleh pendapatan tol sebesar Rp4,7 triliun serta pendapatan usaha lain sebesar Rp397,6 miliar, masing-masing tumbuh 9,4 persen dan 24,4 persen secara tahunan.
Perseroan juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp3,4 triliun, meningkat 10,7 persen secara tahunan dengan margin EBITDA terjaga pada level 66,1 persen.
Jasa Marga terus melanjutkan pembangunan sejumlah ruas tol strategis seperti Probolinggo Banyuwangi, Yogyakarta Bawen, Solo Yogyakarta YIA Kulon Progo, Jakarta Cikampek II Selatan, dan Akses Patimban.
Empat ruas tol telah dioperasikan secara fungsional tanpa tarif selama periode Lebaran 2026 guna mendukung kelancaran arus mobilitas masyarakat.
Pengoperasian ruas fungsional tersebut membantu mengurai kepadatan lalu lintas, memangkas waktu tempuh perjalanan, serta membuka akses baru menuju kawasan ekonomi dan destinasi wisata.
Menurut Jasa Marga, setiap kilometer jalan tol yang dibangun harus mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas melalui peningkatan konektivitas, efisiensi logistik, dan penguatan daya saing nasional.
>>> 7 Aplikasi Belajar Online Terbaik 2026 yang Bikin Belajar Nggak Buang Waktu
“Inilah ukuran keberhasilan transformasi Jasa Marga sebagai perusahaan yang terus bertumbuh, kokoh, dan mampu menciptakan nilai berkelanjutan,” tutup Rivan.
