Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan penyebab sejumlah bandara di Indonesia terlihat seperti tidak beroperasi.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa menyatakan bandara-bandara tersebut sebenarnya masih aktif melayani penerbangan perintis dan penerbangan tidak berjadwal (charter).
>>> Penghasilan Tidak Menentu, Buruh Harian di Serang Nekat Edarkan Sabu
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Kamis (16/7/2026).
"Nanti kita akan cek lebih detail lagi terkait dengan bandara-bandara mana yang memang tidak dioptimalkan.
Memang ada yang kosong, tapi sebenarnya ada juga penerbangan, tapi tidak penerbangan berjadwal," kata Lukman.
>>> Cegah Truk Tabrak JPO, Dishub Jakarta Gandeng Polda Metro Jaya Perketat Pengawasan ODOL
Sebaran Pengelolaan Bandara
Dari total 257 bandara di Indonesia, sebanyak 186 bandara dikelola oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub.
Sementara itu, 17 bandara dikelola oleh pemerintah daerah, 17 oleh swasta, dan 37 oleh PT Angkasa Pura Indonesia.
Rencana Rute Perintis Kargo 2027
Ditjen Perhubungan Udara juga merencanakan sebaran 46 rute perintis kargo untuk tahun anggaran 2027.
>>> Logitech Luncurkan Rally AI Camera untuk Rapat Hybrid
Salah satu korwil yang dijabarkan adalah Korwil Tarakan dengan lima rute perintis kargo, meliputi Tarakan-Binuang, Tarakan-Long Bawan, Tarakan-Long Ampuang, Tarakan-Long Sule, dan Tarakan-Long Layu.

