Pendinginan signifikan diperkirakan mulai Jumat.
>>> Fasilitas Bengkel Bandara Kertajati Dikebut, Target Beroperasi Tahun Ini
Namun, suhu diprediksi naik lagi mulai Minggu, dan panas ekstrem bisa kembali melanda sebagian besar Spanyol awal pekan depan.
Situasi di Prancis
Di Prancis, suhu yang lebih rendah dan angin yang lebih ringan membantu upaya pemadaman kebakaran di Var, tenggara.
Api telah membakar 2.500 hektare, merusak puluhan rumah, dan memaksa 400 orang mengungsi.
Helikopter kembali menjatuhkan air pada pukul 07.00 waktu setempat. Api masih aktif.
Komandan William Vogl, juru bicara pemadam Var, mengatakan 1.100 petugas bertempur sepanjang malam. Api belum terkendali, tetapi angin diperkirakan "lebih mendukung" pada Rabu.
Prefek Simon Babre melarang panggangan dan meminta kota membatalkan kembang api tradisional musim panas. Kebakaran lain juga terjadi di Hautes-Alpes, tenggara Prancis.
Dampak di Negara Lain
Di Yunani, suhu diperkirakan mencapai 41 derajat Celsius. Otoritas melarang pekerjaan di luar ruangan pada siang hari.
Di Siprus, kerja di luar ruangan juga dilarang pada Rabu sore.
Di Skopje, Makedonia Utara, 11 orang dirawat di rumah sakit setelah badai pada Selasa malam menumbangkan pohon dan merusak atap.
Jalan terblokir dan beberapa kota kehilangan listrik serta air.
Di Kosovo, Institut Hidrometeorologi memperingatkan badai lebih lanjut pada Rabu. Warga melindungi mobil mereka dengan selimut dari hujan es.
Eropa adalah benua dengan pemanasan tercepat di dunia.
Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim akibat ulah manusia meningkatkan intensitas gelombang panas, kekeringan, dan kebakaran hutan, serta menciptakan kondisi badai destruktif.
>>> Cekcok Pengemudi Alphard dengan Sekuriti di Bundaran HI Berakhir Damai
Benua ini telah mengalami tiga gelombang panas yang hampir berurutan tahun ini. Panas ekstrem juga dikaitkan dengan ribuan kematian berlebih pada Mei-Juni.
