unique visitors counter
⌂ Beranda News AS Larang Impor Produk Susu, Alkohol, dan Motor dari Kanada Mulai 29 September
News

AS Larang Impor Produk Susu, Alkohol, dan Motor dari Kanada Mulai 29 September

Bendera Kanada dan AS berkibar berdampingan
AS Larang Impor Produk Susu, Alkohol, dan Motor dari Kanada Mulai 29 September
A A Ukuran Teks16px

Strategi pemerintah tetap fokus pada membangun lebih banyak di dalam negeri dan diversifikasi perdagangan ke luar negeri.

Tarif balasan Kanada mencakup ratusan produk AS, termasuk baja, aluminium, keju, peralatan, pakaian, kosmetik, dan peralatan pertanian, dengan tarif 15, 25, atau 50 persen.

Nilainya sekitar 20 miliar dolar AS, atau sekitar 6 persen dari total ekspor AS ke Kanada tahun lalu yang mencapai 333,6 miliar dolar.

Sejak pembicaraan dagang Kanada-AS runtuh pada 21 Agustus, pemerintahan Trump telah memberlakukan tarif tambahan dan melontarkan ancaman yang menggambarkan Kanada sebagai negara lemah dan bergantung.

Perang dagang dan wacana Trump tentang menjadikan Kanada negara bagian ke-51 telah memicu kemarahan di Kanada.

Warga Kanada mengurangi perjalanan ke AS dan memboikot produk AS, yang dipuji Carney sebagai tanda tekad nasional.

Perdana Menteri British Columbia David Eby mengatakan provinsinya akan memasang papan tanda baru di perbatasan dengan AS yang bertuliskan: "Selamat datang di British Columbia, Kanada.

Kuat, bangga, dan tidak akan pernah menjadi negara bagian ke-51. Maaf!"

"Meskipun kebaikan adalah salah satu kekuatan terbesar kami, Anda tidak boleh sekali-kali mengira kebaikan itu sebagai kelemahan," kata Eby.

Menteri Perdagangan Kanada-AS Dominic LeBlanc mengatakan pemerintah sedang menilai langkah tarif terbaru AS dan tetap berhubungan dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.

Kanada siap untuk terlibat ketika Washington siap.

Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan perwakilan dagang AS dan Kanada telah melakukan "percakapan konstruktif" dan akan berbicara lagi dalam beberapa hari untuk melihat apakah ada "jalan ke depan".

Mantan pejabat dagang AS Wendy Cutler mengatakan tingkat persetujuan publik Carney yang kini di atas 70 persen memberinya sedikit alasan untuk memulai kembali pembicaraan.

"Jelas, pada titik ini masing-masing pihak tidak ingin terlihat terlalu cemas untuk terlibat kembali karena takut terlihat lemah," katanya.

📰 Update Terbaru