unique visitors counter
⌂ Beranda News Krisis 'Kebangkrutan Gletser' Himalaya Ancam Pasokan Air 2 Miliar Orang
News

Krisis 'Kebangkrutan Gletser' Himalaya Ancam Pasokan Air 2 Miliar Orang

Gletser di pegunungan Himalaya yang menyusut akibat pemanasan global
Krisis 'Kebangkrutan Gletser' Himalaya Ancam Pasokan Air 2 Miliar Orang
A A Ukuran Teks16px

Data menunjukkan lintasan yang mengkhawatirkan.

Menurut laporan yang dirilis Maret oleh International Centre for Integrated Mountain Development (ICIMOD) yang berbasis di Kathmandu, laju kehilangan gletser telah berlipat ganda sejak awal abad ke-20.

Antara 1990 dan 2020, sekitar 12 persen dari total area gletser di kawasan itu hilang.

Gletser di cekungan Gangga, Brahmaputra, dan Indus menyusut masing-masing 21 persen, 16 persen, dan 6 persen.

Temuan ini didasarkan pada survei komprehensif terhadap sekitar 63.700 gletser di seluruh Himalaya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa juga melaporkan bahwa massa gletser global telah menurun lebih dari 30 persen sejak 1970.

PBB memperingatkan bahwa gletser di pegunungan lintang rendah dan menengah dapat hilang sepenuhnya dalam beberapa dekade. Pemanasan global juga mengurangi curah salju yang dibutuhkan untuk mengisi ulang gletser.

Analisis ICIMOD menemukan bahwa persistensi salju di seluruh Himalaya pada 2025-26 turun 27,8 persen di bawah rata-rata historis, mencapai level terendah dalam lebih dari dua dekade.

Persistensi salju mengacu pada lamanya salju bertahan di tanah setelah turun tanpa mencair.

Kawasan ini terjebak dalam lingkaran setan: suhu naik, salju berkurang, salju yang tersisa hilang lebih awal, dan gletser semakin sulit beregenerasi.

Peringatan Ahli ICIMOD

Dr. Zhang Qiangong, kepala Departemen Krisis Iklim dan Lingkungan di ICIMOD, adalah pakar terkemuka yang telah lama memperingatkan bahaya 'kebangkrutan gletser'.

Dalam wawancara tertulis dengan Hankook Ilbo, ia mengatakan runtuhnya gletser Himalaya 'telah melampaui perubahan lingkungan dan memasuki tahap bencana sumber daya air'.

Menurut Zhang, Himalaya menghangat dengan cepat dan gletser mencair dengan laju yang mengkhawatirkan. 'Kita kehilangan reservoir air alami yang sangat besar secara real time,' ujarnya.

📰 Update Terbaru