unique visitors counter
⌂ Beranda News Status Gunung Anak Krakatau Turun ke Level II Waspada, Radius 2 Km Tetap Dilarang
News

Status Gunung Anak Krakatau Turun ke Level II Waspada, Radius 2 Km Tetap Dilarang

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda
Status Gunung Anak Krakatau Turun ke Level II Waspada, Radius 2 Km Tetap Dilarang
A A Ukuran Teks16px

Dini menambahkan fenomena pertumbuhan material baru seperti aliran lava dan erupsi Strombolian terus membentuk kerucut baru di dalam kawah.

"Catatan erupsi Anak Krakatau memperlihatkan bahwa perilaku gunung api tidak selalu tetap, tetapi dapat berubah mengikuti perkembangan tubuh gunung, sistem magma, dan kondisi lingkungannya," tuturnya.

Pascaerupsi terbaru, penampakan kawah dari udara memperlihatkan visual unik menyerupai telur ceplok dengan pola warna kuning dan putih yang kontras.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menjelaskan fenomena visual ini dipicu oleh akumulasi sulfur, fluida panas, serta pengendapan mineral di genangan air kawah.

Namun, istilah tersebut bukan nama resmi dalam vulkanologi.

Pemerintah Daerah Kota Tangerang meminta warga Pesisir Banten dan Lampung untuk tidak panik serta tidak memercayai isu miring terkait potensi tsunami akibat perubahan aktivitas gunung.

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujar Mahdiar, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang.

"Pantau informasi resmi dari pemerintah, BPBD, maupun Badan Geologi dan ikuti arahan yang disampaikan apabila terdapat perkembangan aktivitas," katanya.

Masyarakat diminta memantau data berkala melalui kanal resmi Magma Indonesia demi mendapat pembaruan status keselamatan secara akurat.

"Meski status telah turun menjadi Level II Waspada, Badan Geologi tetap memberikan sejumlah rekomendasi," ujar Mahdiar.

"Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan memasuki atau melakukan kegiatan dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau," katanya.

BPBD Kota Tangerang memastikan terus berkoordinasi dengan Badan Geologi untuk mengantisipasi potensi perubahan aktivitas vulkanik di Selat Sunda.

"Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunungapi Anak Krakatau melalui aplikasi atau website Magma Indonesia serta kanal resmi Badan Geologi," tutup Mahdiar.

"Tingkat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau akan dievaluasi secara berkala atau apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan," pungkasnya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru