Trump optimis AS masih memimpin persaingan teknologi mengungguli China.
"Orang-orang yang sama yang mengatakan kita semua akan mati dalam 12 tahun karena pemanasan global ...
sekarang mengatakan AI akan membunuh kita semua, robot akan menyerang kita, dan semuanya akan menjadi bencana total," kata Donald Trump, Presiden AS.
Kebijakan penolakan regulasi ketat ini berlawanan dengan dorongan lebih dari 20 negara, terutama dari Eropa, yang mengusulkan aturan keselamatan mengikat.
Sikap penolakan serupa juga diambil oleh China sebagai salah satu pengembang utama teknologi tersebut.
Sejumlah pemimpin dunia menyampaikan pandangan berbeda terkait tata kelola teknologi ini.
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mendorong penetapan standar global pada G20 tahun 2027, sementara Presiden Perancis Emmanuel Macron menginginkan model AI sumber terbuka agar negara-negara tidak bergantung pada kekuatan besar.
"Saya tidak ingin siapa pun menjadi negara bawahan salah satu kekuatan besar," kata Emmanuel Macron, Presiden Perancis.
Melihat kesenjangan kebijakan antarnegara, pihak Majelis Umum PBB mendorong dialog terbuka antara dua kekuatan utama.
Jalur komunikasi khusus dinilai penting untuk mencegah eskalasi risiko teknologi.
"Pemerintah dengan kemampuan AI terbesar memiliki tanggung jawab terbesar kepada umat manusia untuk membangun jalur dialog," kata Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB.