unique visitors counter
⌂ Beranda News Pakar: Kemudahan Izin dan Kepastian Aturan Dorong Investasi

Pakar: Kemudahan Izin dan Kepastian Aturan Dorong Investasi

Pakar: Kemudahan Izin dan Kepastian Aturan Dorong Investasi
Ilustrasi investasi dan perizinan di Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Prof. Telisa Aulia Falianty menilai kemudahan perizinan dan kepastian regulasi menjadi kunci untuk mendorong investasi di Indonesia.

Menurutnya, target investasi 2026 sebesar Rp2.041 triliun optimistis dapat tercapai jika pemerintah mampu mengatasi tantangan global dan bekerja lebih keras.

>>> Pemerintah Integrasikan DTSEN untuk Verifikasi Penerima Bansos 2026

IN2

Reformasi Perizinan dan Tata Kelola

Telisa menekankan pentingnya reformasi perizinan, pengurangan praktik rent-seeking, serta penguatan tata kelola investasi.

Langkah-langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan daya tarik Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Ia juga mendorong penguatan Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking dengan sinergi antarkementerian dan lembaga.

in2

Peningkatan kualitas pelayanan publik di pusat dan daerah juga perlu dilakukan agar lebih proinvestasi.

Tantangan Geopolitik dan Kebijakan Global

Menurut Telisa, situasi geopolitik global dan perubahan arah kebijakan ekonomi dunia menyebabkan investor bersikap wait and see.

"Kalau perang masih terus berlanjut dan kemudian ada perubahan kepemimpinan di Amerika Serikat sendiri, di bank sentralnya, yang kemungkinan itu The Fed sendiri itu belum jelas arahnya kemana, ketidakpastian akan semakin meningkat," katanya.

Oleh karena itu, kepastian aturan menjadi faktor penting untuk mengurangi kekhawatiran investor.

Kekuatan Pasar Domestik

Di sisi lain, Indonesia memiliki kekuatan besar dari pasar domestik dan pertumbuhan ekonomi yang solid.

Telisa menilai investor akan semakin tertarik jika pertumbuhan ekonomi dirasakan merata hingga ke daerah dan didukung daya beli masyarakat yang kuat.

"Bagaimana meyakinkan kepada para investor bahwa market kita itu tidak semu dengan pertumbuhan kemarin, bahwa market-nya itu betul-betul berdaya beli.

>>> Pasar Tenaga Kerja China Stabil pada April, Tingkat Pengangguran Turun

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru