Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoptimalkan pengoperasian pompa air atau pompanisasi untuk mempercepat penanganan banjir di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Petugas gabungan menyedot genangan di sejumlah titik agar aktivitas masyarakat kembali normal.
>>> KESDM Pastikan Harga LPG Subsidi Tak Berubah Meski Rupiah Melemah
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan genangan di sebagian besar wilayah mulai surut.
Namun, penyedotan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi pulih sepenuhnya.
Banjir terjadi setelah saluran Kali Serdadu meluap pada Sabtu (16/5) sekitar pukul 21.20 Wita.
Luapan air menggenangi kawasan pemukiman warga dan areal persawahan di sejumlah wilayah Gorontalo.
Berdasarkan data sementara BNPB, sedikitnya 603 unit rumah warga terdampak.
>>> Lomba Manyipet Warnai Festival Budaya Isen Mulang 2026 di Palangka Raya
Rumah-rumah itu tersebar di 10 kelurahan dalam dua wilayah kecamatan.
Di Kecamatan Kota Timur, banjir melanda Kelurahan Heledula Utara, Moodu, Heledula Selatan, Padebuolo, dan Ipilo.
Sementara di Kecamatan Kota Utara, banjir merendam Kelurahan Wongkaditi Timur, Wongkaditi Barat, Dembe Jaya, Dembe II, dan Dulomo.
Abdul melaporkan sebanyak 761 kepala keluarga atau sekitar 2.692 jiwa terdampak akibat kejadian ini.
Petugas di lapangan masih melakukan proses pendataan lebih lanjut.
>>> Indonesia Impor Tabung CNG 3 Kg sebagai Alternatif LPG
BNPB terus memantau perkembangan dan mengerahkan sumber daya untuk membantu warga terdampak.