Program Nuklir
Trump berulang kali mengatakan tujuan utamanya adalah mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Teheran selalu menyatakan programnya untuk tujuan damai.
>>> AS Izinkan Iran Jual Minyak Segera Setelah Teken Kesepakatan
Perang tidak mengubah kemampuan nuklir Iran secara signifikan.
Intelijen AS memperkirakan Iran membutuhkan waktu kurang dari setahun untuk memproduksi senjata nuklir, sama seperti sebelum serangan Juni 2025.
Program nuklir Iran akan menjadi isu sentral dalam perundingan setelah kerangka kesepakatan ditandatangani pada Jumat.
Trump menginginkan uranium yang diperkaya Iran dikeluarkan dari negara itu, sementara Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei menolaknya.
Proksi Iran
Trump mengatakan pada 2 Maret bahwa Teheran tidak boleh diizinkan terus mempersenjatai dan mendanai kelompok proksi di Irak, Lebanon, Gaza, dan Yaman.
Iran belum menunjukkan kesediaan menghentikan dukungannya, namun jaringan proksinya dinilai jauh kurang efektif. Sebelum perang, Israel telah membunuh banyak pemimpin Hamas dan Hizbullah.
Iran juga kehilangan jalur pasokan penting bagi Hizbullah setelah runtuhnya rezim Bashar al-Assad di Suriah pada 2024. Sanksi dan kesulitan ekonomi Iran juga mengurangi kemampuannya mendanai kelompok-kelompok itu.
Kelompok proksi tidak memainkan peran besar dalam perang. Hamas tidak menyerang Israel dari Gaza, sementara Houthi tidak mengganggu pelayaran Laut Merah secara signifikan.
Hizbullah bergabung pada 2 Maret, memicu respons Israel yang menewaskan hampir 3.700 orang dan mengungsikan 1,2 juta jiwa di Lebanon.
Cooper mengatakan pada Mei bahwa Iran tidak lagi mampu memasok senjata canggih ke kelompok-kelompok itu secara andal.
Penggulingan Rezim
Trump mendorong pengunjuk rasa Iran untuk menggulingkan pemimpin mereka sebelum perang. Ia menyebut kematian Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari sebagai "kesempatan terbesar" untuk merebut pemerintahan.
Pada 6 Maret, ia mengatakan perang hanya akan berakhir dengan "MENYERAH TANPA SYARAT" dari Iran dan pemimpin baru yang "dapat diterima."
Meskipun perang gagal menggulingkan pemerintah teokratis Iran, Trump mengklaim tujuannya tercapai karena Khamenei digantikan oleh putranya, Ayatollah Mojtaba Khamenei.
>>> Pemerintah Luncurkan Sistem Perlinsos Digital Berbasis AI Oktober 2026
Trump menyebut kepemimpinan baru itu sebagai "rezim baru yang lebih masuk akal" pada 29 Maret. Dalam beberapa pekan terakhir, ia tidak lagi mengulangi seruannya untuk menjatuhkan pemimpin Iran.