Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani kesepakatan awal pada Rabu (18/6) yang bertujuan mengakhiri perang antara kedua negara.
Kesepakatan itu mulai berlaku segera setelah ditandatangani, menurut Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang turut menjadi mediator.
>>> Pemerintah Targetkan Peluncuran Sistem Perlinsos Digital Berbasis AI pada 2026
Dalam kesepakatan tersebut, Iran setuju untuk mengencerkan stok uranium yang diperkaya tinggi, sementara AS memberikan keringanan sanksi yang memungkinkan Iran menjual minyak secara bebas.
Kesepakatan ini juga membuka kembali Selat Hormuz tanpa biaya tol selama dua bulan, setelah sebelumnya ditutup akibat perang dan menyebabkan krisis energi global.
Proses Penandatanganan
Trump menandatangani salinan fisik kesepakatan saat makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles.
Dalam video yang diunggah oleh staf Gedung Putih, Trump terlihat duduk di meja sebelah Macron dan menandatangani dokumen, lalu menyerahkannya kepada Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Di Teheran, Presiden Pezeshkian menandatangani kesepakatan atas nama Iran, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita IRNA yang juga merilis foto dirinya memegang dokumen yang telah ditandatangani.
Teks resmi kesepakatan belum dirilis secara formal oleh AS, namun pejabat AS mendiktekan draf bahasa kepada wartawan dengan syarat anonimitas.
Isi Kesepakatan
Kesepakatan awal ini memulai tenggat waktu negosiasi 60 hari untuk mencapai kesepakatan final mengenai program nuklir Iran.
AS setuju untuk memberikan keringanan sanksi yang memungkinkan Iran menjual minyak secara bebas, sebuah konsesi besar yang melampaui kesepakatan nuklir 2015.
>>> The Fed Tahan Suku Bunga, Proyeksi Kenaikan Akhir Tahun
Selain itu, kesepakatan membuka pintu bagi penghentian semua sanksi AS dan PBB terhadap Iran, termasuk yang terkait dengan program senjata dan pelanggaran HAM.