Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) mendorong Kedeputian Penindakan untuk mengusut tuntas kasus pemerasan yang melibatkan pegawai lembaga antirasuah tersebut.
Kasus ini mencuat setelah pegawai administrasi sekretariat pimpinan KPK, Setya Budi Dias Oktavianto, diduga memeras Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.
>>> Tailan Pulangkan 1.000 WNI yang Terlibat Penipuan Daring
Potensi Keterlibatan Pihak Lain
Anggota Dewas KPK, Benny Mamoto, menyoroti potensi keterlibatan pegawai KPK lainnya, termasuk pimpinan.
Dias sendiri merupakan anggota kepolisian yang sebelumnya menjadi ajudan Pimpinan KPK terdahulu, Alexander Marwata.
Kasus ini membuka kecurigaan bahwa praktik serupa mungkin telah berlangsung lama.
>>> Tailan Tawarkan Impor Produk Pertanian ke Indonesia, dari Beras hingga Pupuk
Benny juga menyebut potensi adanya korban-korban lain yang mengalami pemerasan seperti Bupati Anom.
"Penyidikan kasus ini tentunya transparan dengan didukung bukti yang ada termasuk handphone-nya yang bersangkutan dibuka semua isinya komunikasi dan sebagainya, orang tuanya dan sebagainya," kata Benny, Senin (03/08/2026).
>>> Kronologi Meninggalnya Diding Boneng, Sempat Dirawat 10 Hari hingga Kondisinya Menurun
"Di situ akan kelihatan lingkupnya menyangkut siapa saja dan sebagainya. Jadi mari kita tunggu nanti hasilnya dari proses pembuktian itu."
