Strategy Inc., perusahaan milik Michael Saylor yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, mulai mengubah pendekatan investasinya.
Fokus utama kini beralih dari pembelian Bitcoin secara agresif ke penguatan struktur modal perusahaan.
>>> Ketegangan Timur Tengah Mereda, Bursa Amerika Berseri-seri
Pada Senin waktu AS, perusahaan mengumumkan telah menyelesaikan penjualan aset digital senilai sekitar US$105 juta (Rp1,89 triliun) pekan lalu.
Selain itu, mereka juga melepas tiga juta saham senilai US$291 juta (Rp5,2 triliun) dan membeli kembali saham preferen STRC senilai US$81 juta (Rp1,4 triliun) yang diperdagangkan dengan harga diskon.
Langkah Baru dalam Strategi Pendanaan
Sebagian hasil penjualan saham biasa digunakan untuk menambah cadangan berbasis dolar menjadi US$4 miliar. Sisanya dialokasikan untuk membeli kembali saham preferen, seperti tercantum dalam pengajuan resmi.
Michael Saylor mengonfirmasi langkah ini melalui akun media sosialnya.
>>> Daftar Kerja Sama RI-Tailan Usai PM Charnvirakul Temui Prabowo
Ia menyebut cadangan dolar meningkat US$250 juta dan pembelian kembali STRC senilai US$81 juta, yang memperpanjang durasi dolar menjadi 2,3 tahun dan memperketat kredit BTC STRC sebesar 5 basis poin.
Hingga 2 Agustus 2026, perusahaan mengklaim memiliki 842.138 Bitcoin dalam cadangan BTC dan US$4,0 miliar dalam cadangan dolar.
Perombakan model pembiayaan ini diumumkan pada akhir Juni.
>>> Trump Klaim Ada Pembicaraan dengan Iran, Teheran Membantah
Perubahan tersebut memberikan fleksibilitas lebih besar bagi manajemen untuk menjual Bitcoin, membeli kembali sekuritas, dan menjaga likuiditas perusahaan.

