unique visitors counter
⌂ Beranda News Data Tenaga Kerja AS Turunkan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed September

Data Tenaga Kerja AS Turunkan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed September

Data Tenaga Kerja AS Turunkan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed September
Ilustrasi: Data Tenaga Kerja AS Turunkan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed September
A A Ukuran Teks16px

Data ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk Juli mendorong pasar keuangan menurunkan perkiraan kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS (The Fed) pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) September.

Hal ini terjadi setelah sejumlah pejabat The Fed selama sepekan terakhir menyuarakan kenaikan suku bunga untuk mengatasi inflasi yang masih tinggi.

>>> Todd Blanche Lolos Hambatan Besar Menuju Jaksa Agung AS

Futures market kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September hanya 43,9 persen, turun dari 57 persen sebelum rilis laporan pekerjaan, menurut data LSEG.

Sementara itu, probabilitas The Fed menahan suku bunga bulan depan naik menjadi 60,4 persen, dibandingkan 43,2 persen sebelum data dirilis.

Data menunjukkan ekonomi AS kehilangan 23.000 lapangan kerja pada Juli, sementara tingkat pengangguran turun tipis menjadi 4,1 persen dari 4,2 persen pada Juni.

Penurunan tingkat pengangguran tersebut didorong oleh berkurangnya jumlah angkatan kerja, yang merupakan sinyal kurang positif.

Perlambatan perekrutan ini mengindikasikan stabilitas pasar tenaga kerja mungkin lebih rapuh dari perkiraan.

Sikap Hawkish Pejabat The Fed

Sejak pertemuan FOMC pekan lalu, sejumlah pejabat The Fed menyatakan minat kuat untuk menaikkan suku bunga atau terbuka terhadap kebijakan yang lebih ketat.

>>> Kebakaran Landa Gedung Bapenda Jakarta, 100 Personel Dikerahkan

Keyakinan The Fed untuk menaikkan suku bunga sebagian didasari pandangan bahwa pasar tenaga kerja stabil, memberi ruang bagi bank sentral untuk fokus pada inflasi.

Presiden Federal Reserve Bank of Richmond, Thomas Barkin, mengatakan laporan pekerjaan tersebut "sangat konsisten dengan cara saya melihat pasar tenaga kerja, yaitu tidak longgar dan tidak ketat".

Meski pasar menurunkan ekspektasi pengetatan moneter, sebagian pihak mengingatkan bahwa hal itu mungkin tidak terjadi mengingat cara berpikir para pejabat bank sentral.

Omair Sharif, presiden firma peramal Inflation Insights, mengatakan laporan Juli dan revisi ke bawah bulan-bulan sebelumnya mengurangi anggapan bahwa pasar tenaga kerja stabil.

Namun, ia meragukan kejutan negatif kali ini akan mengubah pandangan komite yang lebih memperhatikan data inflasi dan tampak siap menaikkan suku bunga jika inflasi Juli dan Agustus tetap tinggi.

Analis Citibank mengatakan data pasar tenaga kerja yang lebih lembut dan inflasi yang akan lebih dingin berarti pejabat The Fed harus menyeimbangkan risiko kenaikan inflasi dengan risiko penurunan lapangan kerja.

>>> Ekonom: Perpanjangan SAL Rp70 T Ciptakan Ketidakpastian Perbankan

Mereka menilai kenaikan suku bunga tidak mungkin terjadi dan langkah berikutnya adalah pemotongan, dengan perkiraan dasar dilakukan pada Oktober.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot