Pemerintah mulai menyalurkan bantuan pangan tahap II berupa 10 kilogram beras per penerima setiap bulan selama tiga bulan.
Kabupaten Alor menjadi daerah pertama penerima bantuan ini.
>>> Mazda CX-30 Rakitan Indonesia Resmi Meluncur di GIIAS 2026, Harga Rp499 Juta
Penyaluran bantuan secara simbolis dilakukan oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, bersama Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (8/8/2025).
Di Kabupaten Alor, total penerima bantuan sebanyak 37.338 keluarga.
Amran menyatakan bahwa program ini bertujuan menjangkau masyarakat hingga tingkat desa dan menyasar lebih dari 33 juta penerima di seluruh Indonesia.
"Bantuan dari bapak Presiden Republik Indonesia diperuntukkan untuk 33 juta seluruh Indonesia dan di sini (Alor) yang pertama," ujar Amran.
Amran menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan respons atas aspirasi masyarakat Alor yang disampaikan seorang mahasiswa saat ia berpidato di Semarang.
"Kenapa? Kemarin ada mahasiswa dari Alor.
Kami sementara pidato di Undip, Semarang, Jawa Tengah, tiba-tiba berteriak menyuarakan aspirasi rakyat, masyarakat Alor. Jadi kami, langsung dari Jawa Tengah, batalkan semua rapat di Jakarta, rapat pimpinan.
Jauh lebih penting saudara kita yang ada di Alor, masyarakat yang jauh dari Kota Jakarta daripada rapat," sambung Amran.
Amran menegaskan bantuan pangan ini juga merupakan upaya menjaga ketahanan pangan dan melindungi masyarakat yang membutuhkan, dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan BULOG.
>>> Antisipasi Kebakaran, DPRD Desak Gubernur Pramono Cek Semua Gedung Milik Pemprov Jakarta
"Kita ingin memastikan negara hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi melalui aksi nyata. Bantuan pangan harus sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, tepat sasaran dan tepat waktu.
