Pejabat nomor dua di Pentagon meminta perusahaan-perusahaan pertahanan besar AS untuk mempercepat upaya produksi dan pengiriman sistem persenjataan utama.
Permintaan itu muncul di tengah kekhawatiran baru mengenai kekurangan dan kesenjangan persenjataan yang makin parah akibat perang Iran.
>>> 6 Rumah Rusak Berat Akibat Pergerakan Tanah, Warga Lebak Bertahan di Tengah Ancaman Rumah Roboh
Target Percepatan Pengadaan
Steve Feinberg, wakil menteri pertahanan AS, mengatakan Departemen Pertahanan menargetkan percepatan atau peningkatan pengadaan untuk sejumlah program penting.
Program tersebut mencakup sistem pengawasan wilayah luas, sensor dan pencegat pertahanan udara, serta sistem pelacakan rudal.
>>> Profil Norman Joesoef, CEO Republikorp yang Dikabarkan Jadi Wamenhan
"Proses pengembangan yang memakan waktu bertahun-tahun tidak dapat diterima," tulisnya dalam surat tertanggal 5 Agustus yang dilihat Bloomberg.
>>> Telkom Rampungkan Spin-Off InfraCo ke InfraNexia Senilai Rp49,9 Triliun
Surat itu ditujukan kepada sejumlah perusahaan pertahanan besar, termasuk Boeing Co., Lockheed Martin Corp. , dan RTX Corp.
