Anggota Kongres Amerika Serikat dari kedua partai menentang keputusan Presiden Donald Trump untuk mengurangi secara drastis latihan militer bersama dengan Korea Selatan.
Mereka memperingatkan langkah itu bisa melemahkan aliansi dan menguntungkan lawan AS.
>>> Trump Sinyalkan Interaksi Baru dengan Kim Jong Un, Klaim Situasi Semakin Aman
Kritik terutama datang dari Partai Demokrat, tetapi Senator Republik Thom Tillis dari North Carolina juga secara terbuka menentang keputusan Trump.
Ini menjadikan penolakan dari Kongres bersifat bipartisan.
Senator Jack Reed dari Rhode Island, Demokrat senior di Komite Angkatan Bersenjata Senat, menyebut keputusan itu sebagai "keputusan bodoh dan serampangan lainnya dari Presiden Trump dan pemerintahannya yang kacau."
"Ketika Presiden Trump memangkas latihan militer untuk menyenangkan diktator atau menghukum Korea Selatan karena menolak bergabung dalam perang yang ia mulai, semua sekutu dan lawan kita akan berpikir bahwa komitmen Amerika bisa dinegosiasikan," kata Reed dalam pernyataannya.
"Kim Jong Un telah memenangkan propaganda, dan Korea Selatan, salah satu sekutu terkuat kita, dihukum tanpa alasan selain ego Trump," tambahnya.
Reed juga memperingatkan bahwa China dan Rusia sedang mengawasi bagaimana AS memperlakukan sekutunya. Mereka "akan mengingatnya saat menguji kita berikutnya," ujarnya.
Sementara itu, Tillis menekankan aliansi militer jangka panjang Korea Selatan dengan AS.
Ia berargumen pengurangan latihan bisa menguntungkan Rusia dengan membebaskan pasukan Korea Utara untuk mendukung perang di Ukraina.
"Korea Selatan telah menjadi sekutu militer yang solid selama lebih dari 70 tahun dengan kemampuan militer yang luar biasa," tulis Tillis di X.
"Mengurangi latihan bersama dengan Korea Selatan tidak lebih dari membebaskan ribuan pasukan Korea Utara untuk mendukung penculikan, penyiksaan, pemerkosaan, dan pembunuhan sistematis Putin terhadap warga Ukraina yang tidak bersalah," katanya.
