unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Christine Sun Kim: Kemarahan, Humor, dan Suara yang Dibayangkan Ulang

Christine Sun Kim: Kemarahan, Humor, dan Suara yang Dibayangkan Ulang

Christine Sun Kim: Kemarahan, Humor, dan Suara yang Dibayangkan Ulang
Ilustrasi: Christine Sun Kim: Kemarahan, Humor, dan Suara yang Dibayangkan Ulang
A A Ukuran Teks16px

Christine Sun Kim, seniman tunarungu Korea-Amerika yang berbasis di Berlin, kini mengisi atrium Museum of Modern and Contemporary Art (MMCA) Seoul dengan garis-garis hitam-putih dan layar OLED melengkung raksasa.

Perjalanannya menjadi salah satu figur tunarungu paling terkenal di seni kontemporer global dimulai dari keluarga yang fokus pada kelangsungan hidup, dan orang tua yang memilih belajar bahasa isyarat.

>>> Tiga Tempat Indoor di Seoul untuk Kabur dari Panas

"Keluarga saya tidak terlalu tertarik pada seni," kata Kim melalui bahasa isyarat dalam wawancara dengan The Korea Times di MMCA, 31 Juli.

Orang tuanya berimigrasi dari Korea ke Amerika Serikat, di mana mereka harus belajar bahasa Inggris dan American Sign Language (ASL) karena memiliki dua anak perempuan tunarungu.

"Mereka tidak memulai hidup dengan mudah di AS," kenangnya.

Tumbuh di Orange County, California, Kim menyaksikan perluasan hak disabilitas secara langsung. Ketika Americans with Disabilities Act (ADA) diberlakukan pada 1990, ia berusia 10 tahun.

"Itu adalah peningkatan, ledakan akses, dan itu memengaruhi identitas saya secara umum," katanya.

Namun, seni bukanlah sesuatu yang diberikan. "Kami sebagai keluarga tidak pergi ke museum," tambahnya.

Bagi Kim, keputusan orang tuanya untuk belajar bahasa isyarat menjadi fondasi, baik untuk identitas maupun kariernya.

"Saya sebenarnya memiliki hubungan dengan orang tua yang tidak dimiliki kebanyakan orang tunarungu karena orang tua mereka tidak berkomunikasi dengan mereka," katanya.

"Itu memberi saya hubungan dengan orang tua dan fondasi yang kuat untuk menjadi pribadi. Saya percaya saya menjadi seniman karena orang tua saya belajar bahasa isyarat.

Jika mereka tidak belajar, saya tidak akan menjadi seniman. Dan saudara perempuan saya berpikir hal yang sama."

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot