Pasar global juga terpengaruh karena Treasury adalah aset acuan bebas risiko.
Treasury menjadi jangkar penetapan harga hipotek, obligasi korporasi, utang pasar berkembang, kredit swasta, dan valuasi saham di seluruh dunia.
Kenaikan imbal hasil AS yang berkelanjutan dapat menarik modal ke aset dolar, memperkuat dolar, dan memperketat kondisi keuangan di luar negeri.
Hal ini mempersulit perusahaan berperingkat rendah, pemerintah berutang, dan peminjam pasar berkembang untuk melakukan refinancing.
Bagi bank, perusahaan asuransi, dan dana pensiun, kenaikan cepat dapat menggerus nilai pasar obligasi jangka panjang yang ada.
Institusi yang terpaksa menjual sebelum jatuh tempo dapat mengunci kerugian, meskipun surat berharga akan membayar nilai nominal jika dipegang hingga jatuh tempo.