unique visitors counter
⌂ Beranda News El Nino dan Panas Rekor Ancam 451.000 Kematian Tambahan Dunia
News

El Nino dan Panas Rekor Ancam 451.000 Kematian Tambahan Dunia

Ilustrasi panas ekstrem akibat El Nino yang berdampak pada kesehatan global
El Nino dan Panas Rekor Ancam 451.000 Kematian Tambahan Dunia
A A Ukuran Teks16px

Titik panas utama lainnya meliputi Asia Selatan dan Asia Tenggara serta sebagian Amerika Latin, menurut laporan tersebut.

Para peneliti memproyeksikan sekitar 19.400 kematian tambahan terkait panas di Filipina, Vietnam, Thailand, dan Kamboja, serta 19.300 di Indonesia, 15.800 di India, dan 13.300 di Brasil.

Peneliti memperkirakan kematian tambahan akibat panas dengan membandingkan kematian yang diperkirakan terjadi di bawah suhu tinggi yang dipicu El Nino dengan kematian yang diperkirakan jika suhu tetap mirip dengan tiga dekade terakhir.

Proyeksi kematian tersebut mencakup seluruh periode El Nino, dari Juni 2026 hingga akhir Februari 2027.

Peringatan Dini dan Pusat Pendinginan Dapat Selamatkan Ribuan Nyawa

Dengan angka yang mencengangkan itu, laporan tersebut menyebut sejumlah langkah yang dapat diambil pemerintah.

Langkah-langkah itu meliputi sistem peringatan panas, pusat pendinginan, stasiun hidrasi, perlindungan bagi pekerja luar ruangan, perluasan kapasitas rumah sakit, dan penjangkauan yang ditargetkan kepada orang lanjut usia serta kelompok rentan lainnya.

Para penulis juga menyerukan apa yang mereka sebut sebagai pembiayaan antisipatif, agar pemerintah dapat memindahkan sumber daya sebelum puncak panas berbahaya.

Abhiyant Tiwari, pakar panas di NRDC India yang tidak terlibat dalam studi tersebut, mengatakan proyeksi laporan itu harus menjadi seruan untuk bertindak, bukan alasan lain untuk panik.

Namun, meskipun memiliki rencana yang matang seperti yang dimiliki India, implementasi rencana tersebut dan penggalangan dana yang dibutuhkan tetap menjadi tantangan, katanya.

“Ukuran sebenarnya dari kesiapan kita bukanlah berapa banyak peringatan panas yang kita keluarkan, tetapi seberapa efektif kita melindungi orang dan mengurangi kematian yang dapat dicegah,” tambah Tiwari.

📰 Update Terbaru