El Nino adalah pola iklim alami, tetapi peristiwa yang luar biasa kuat tahun ini terjadi di planet yang sudah menghangat akibat perubahan iklim buatan manusia, meningkatkan risiko dari panas ekstrem.
Climate Impact Lab mengatakan suhu daratan global selama El Nino ini bisa lebih tinggi sekitar 1,2 Celsius (2,1 Fahrenheit), menghasilkan 44% lebih banyak hari yang sangat panas dibandingkan tahun biasa.
Laporan itu menyebut kenaikan suhu tersebut mungkin mencerminkan kondisi yang bisa menjadi umum akibat perubahan iklim sekitar 20 tahun dari sekarang.
Itulah sebabnya El Nino ini bisa menjadi gambaran tentang apa yang akan terjadi saat planet terus menghangat, menurut laporan tersebut.
Ini juga menjadi kesempatan bagi para pengambil keputusan “untuk melihat dengan tepat di mana tindakan darurat dapat diambil sekarang untuk menyelamatkan puluhan ribu nyawa,” kata para penulis.