Djoni memastikan sejak pembatalan aturan ganjil genap, seluruh kendaraan bermotor dapat mengisi Pertalite sesuai kebutuhan tanpa batasan pelat nomor.
"Kami untuk tetap tenang dan mengisi BBM secara bijak sesuai kebutuhan kendaraan," ujarnya.
Pertamina Patra Niaga Wilayah Belitung menambah pasokan Pertalite untuk menjaga ketersediaan BBM di tengah antrean yang terjadi beberapa hari terakhir.
Stok di Fuel Terminal Belitung mencukupi kebutuhan hingga 4,8 hari ke depan dengan konsumsi rata-rata 265 KL per hari.
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Belitung, Rafli Alhaq, menjelaskan pihaknya sedang melakukan bongkar pasokan 1.000 KL dan tambahan berikutnya dijadwalkan tiba pada 25 September 2026.
"Untuk Pertalite saat ini di depo masih tersedia dan mampu mencakup hingga empat hari ke depan.
Kami juga menambah distribusi melalui mobil tangki malam sebagai buffer stock untuk kebutuhan pagi hari," ujar Rafli.
Rafli menegaskan peningkatan pasokan akan terus dievaluasi demi menjaga stok di SPBU, terutama di wilayah Tanjungpandan dan Belitung Timur.
Wakil Bupati Belitung Syamsir menyatakan akan mengawasi pelaksanaan kebijakan dan pelayanan di SPBU selama tiga hari ke depan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengisi BBM secara berulang jika kapasitas tangki masih cukup.
"Kalau kendaraan sudah diisi, silakan digunakan secukupnya. Jangan kembali mengantre jika tangki masih mencukupi agar tidak terjadi antrean panjang," ujar Syamsir.
Syamsir juga menyebutkan adanya aktivitas masyarakat yang dikenal dengan "ngerit" yang perlu data valid untuk memastikan penyaluran BBM sesuai kebutuhan dan tidak disalahgunakan.
Kepolisian Belitung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengintensifkan pengawasan distribusi BBM bersubsidi untuk mencegah penimbunan dan penyelewengan.
Wakapolres Belitung Kompol Bagus Krisna Eka Putra mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying karena stok BBM di wilayah Belitung dipastikan aman.
"Kondisi ini mungkin dipicu oleh adanya sistem ganjil-genap yang membuat masyarakat menjadi panik. Sebagian warga merasa harus mengisi bahan bakar hari ini meskipun sebenarnya belum waktunya," ujar Bagus.
Polres Belitung telah menyiapkan personel dan menerbitkan surat perintah untuk melakukan pemantauan di SPBU agar distribusi berjalan tertib dan tidak ada penyalahgunaan.
"Kita akan melakukan tindakan tegas apabila ditemukan praktik penyelewengan dalam penyaluran BBM," tandas Bagus.