unique visitors counter
⌂ Beranda › Ragam › Naskah Khutbah Jumat 6 November 2026: Saat Ekonomi Makin Sulit, Jangan Biarkan Tetangga Menanggungnya Sendirian
Ragam

Naskah Khutbah Jumat 6 November 2026: Saat Ekonomi Makin Sulit, Jangan Biarkan Tetangga Menanggungnya Sendirian

Naskah Khutbah Jumat 6 November 2026: Saat Ekonomi Makin Sulit, Jangan Biarkan Tetangga Menanggungnya Sendirian
Ilustrasi salat Jumat. (iNews/Antara)
A A Ukuran Teks16px

Ekonomi yang tidak menentu membuat banyak keluarga mengencangkan ikat pinggang: pendapatan tidak bertambah, harga kebutuhan pokok justru terus naik. Untuk Jumat, 6 November 2026, berikut naskah khutbah bertema tolong-menolong antar sesama — pengingat bahwa di masa sulit, kepedulian kepada keluarga, kerabat, dan tetangga adalah wujud nyata keimanan.

Khutbah Pertama

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, yang masih memberi kita umur dan kesempatan berkumpul di hari yang penuh berkah ini. Kita bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada beliau beserta keluarga dan sahabatnya. Mengawali khutbah ini, khatib mengajak diri khatib dan seluruh jamaah untuk meningkatkan takwa kepada Allah SWT dalam segala keadaan, lapang maupun sempit.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Dalam Surah An-Nisa ayat 36, Allah SWT memerintahkan kita untuk menyembah-Nya tanpa menyekutukan-Nya, dan dalam perintah yang sama Dia memerintahkan kita berbuat baik kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak yatim, orang miskin, serta tetangga yang dekat maupun yang jauh. Susunan ayat ini, sebagaimana dijelaskan Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya, menunjukkan bahwa tetangga menempati kedudukan istimewa dalam ajaran Islam — dan bahwa ibadah yang benar selalu berbuah kebaikan sosial.

Jamaah yang berbahagia,

Kita hidup di masa yang tidak mudah. Ada di antara kita yang penghasilannya pas-pasan, ada yang kehilangan pekerjaan, ada pula yang diam-diam menahan cemas karena dapur harus tetap mengepul esok hari. Situasi seperti ini adalah ujian bagi yang kekurangan — tetapi sekaligus ujian bagi yang berkecukupan: masihkah hati kita tergerak, atau kita memilih bersikap acuh tak acuh?

Rasulullah SAW mengaitkan langsung keimanan dengan perlakuan terhadap tetangga. Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan maknanya: siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia tidak menyakiti tetangganya. Syekh Mulla al-Qari dalam Syarah Mirqatul Mafatih menjelaskan bahwa hadis ini menegaskan sempurnanya iman seseorang terlihat dari sikap baiknya kepada tetangga.

Lebih rinci lagi, riwayat ath-Thabrani menyebutkan hak-hak tetangga yang menjadi kewajiban kita: menolong saat ia meminta bantuan, memberi pinjaman saat ia terdesak, membantunya saat ia miskin, menjenguknya saat sakit, mengantar jenazahnya saat ia meninggal, memberi selamat saat ia mendapat kesenangan, menghiburnya saat ia terkena musibah, membagikan makanan atau buah yang kita punya, serta tidak menutup aliran udara ke rumahnya dengan bangunan kita tanpa izinnya.

Karena itu, jangan biarkan tetangga kita menanggung kesulitannya sendirian. Jika kita mampu, bantulah — tidak harus besar, yang penting nyata dan tulus. Jika kita pun sedang sempit, setidaknya jangan menyakiti dan jangan menambah bebannya; kadang kehadiran dan kepedulian sudah menjadi pertolongan tersendiri. Semoga Allah memberkahi kita dalam Al-Qur'an yang agung dan memberi kita manfaat dari ayat-ayat-Nya. Barakallahu li wa lakum fil Qur'anil 'azhim, wa nafa'ani wa iyyakum bima fihi minal ayati wadz-dzikril hakim.

Khutbah Kedua

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Kita bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya. Allah berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 56 yang artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."

Ya Allah, curahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya — Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali — serta para tabiin dan pengikut mereka hingga hari kiamat.

Ya Allah, ampunilah seluruh mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Muliakanlah Islam dan kaum muslimin, jadikan negeri kami aman dan damai, bimbinglah para pemimpin kami kepada ketakwaan, jadikan keluarga kami penyejuk mata dan jadikan kami pemimpin bagi orang-orang bertakwa. Ya Allah, anugerahkan kebaikan dunia dan akhirat kepada kami, dan jauhkan kami dari azab neraka.

Sebagai penutup, Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 90 yang artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." Karena itu, ingatlah Allah selalu dan bersyukurlah atas nikmat-nikmat-Nya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru