Washington – Perang yang dilancarkan Presiden Donald Trump terhadap Iran membuat Amerika Serikat harus menarik kapal induk terakhirnya dari kawasan Asia-Pasifik.
Kapal induk USS George Washington akan meninggalkan Pasifik dan diperkirakan menggantikan USS Abraham Lincoln di Timur Tengah.
>>> Harapan Menipis di Kolombia, Korban Gempa 7,4 M Terus Berjatuhan
Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang kesehatan mental dan pasokan di kapal induk yang telah bertugas lama.
USS Abraham Lincoln telah diperpanjang masa tugasnya dari rencana awal Mei untuk mendukung operasi melawan Iran.
Ketiadaan kapal induk AS di Pasifik mungkin hanya sementara jika Angkatan Laut mengerahkan kapal lain dalam beberapa bulan ke depan.
Namun, hal ini menunjukkan bagaimana operasi tanpa batas yang melibatkan Iran membuat para pelaut AS kelelahan.
Analis menilai pemerintahan Trump semakin mundur dari kawasan Asia-Pasifik dan lebih fokus pada Belahan Bumi Barat.
Greg Poling, direktur Program Asia Tenggara di Center for Strategic and International Studies, mengatakan bahwa administrasi menyatakan Pasifik seharusnya menjadi prioritas setelah Belahan Bumi Barat.
Namun, AS justru melakukan kebalikan dari tujuan yang sebelumnya dinyatakan untuk menarik diri dari Timur Tengah.
Sekutu AS di Pasifik merasa tidak tenang dengan ketidakpastian pemerintahan Republik tersebut, kata Poling.
Sementara itu, Beijing merasa senang dengan gangguan AS dan frustrasi sekutu serta mitranya.
China Bisa Manfaatkan Ketiadaan Kapal Induk AS
Beijing melihat kehadiran militer AS di kawasan sebagai ancaman bagi kebangkitan China dan hambatan untuk ambisinya merebut Taiwan.
AS sendiri berpendapat bahwa kawasan Pasifik terlalu penting secara ekonomi untuk dilepaskan.
Tidak ada yang memperkirakan China akan menginvasi Taiwan hanya karena kapal induk AS meninggalkan kawasan.
