Masalah ini telah memicu frustrasi publik seiring pulihnya pariwisata domestik dan internasional pascapandemi.
Dengan menargetkan meja resepsionis fisik dan agregator digital, pembuat kebijakan ingin menutup celah yang memungkinkan operator mengeksploitasi permintaan tinggi selama festival regional dan liburan musim panas.
“Ada kebutuhan mendesak untuk memberantas pencatutan harga penginapan yang sangat merusak kepercayaan konsumen,” kata Kim Han-sook, direktur jenderal kebijakan kesehatan di kementerian.
“Dengan meningkatkan penegakan sanksi secara praktis, kami akan mengelola sektor ini secara ketat agar praktik predator tidak terulang.”
Kementerian mengatakan akan berkoordinasi dengan otoritas kota dan provinsi di seluruh negeri untuk meluncurkan inspeksi kepatuhan mendadak secara berkelanjutan.
>>> Musisi Akustik dan R&B Korea Siap Hibur New York di 'K-Music Night'
Ini menandai berakhirnya era peringatan lunak bagi operator perhotelan di Korea Selatan.
