unique visitors counter
⌂ Beranda News Saat Dunia Debat Risiko AI, China Kejar Ketertinggalan Teknologi dari AS
News

Saat Dunia Debat Risiko AI, China Kejar Ketertinggalan Teknologi dari AS

Ilustrasi persaingan teknologi kecerdasan buatan antara China dan Amerika Serikat
Saat Dunia Debat Risiko AI, China Kejar Ketertinggalan Teknologi dari AS
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Startup AI DeepSeek menjadi yang pertama mengguncang pasar saham global dengan membuktikan model AI China mampu menantang keunggulan AS.

Model R1 yang dirilis Januari 2025 lebih hemat biaya dibandingkan model AS sejenis.

Pada April, DeepSeek mempratinjau model V4 yang diklaim punya peningkatan besar dalam pengetahuan, penalaran, dan kemampuan "agentic".

Model GLM-5.2 dari startup Z.

ai yang diluncurkan pada Juni membuat Silicon Valley terkejut karena dibandingkan dengan model Anthropic dan OpenAI paling canggih.

Z.

ai kemudian meluncurkan GLM-5.3 pada Agustus dengan kemampuan coding dan agentic yang lebih baik sehingga menaikkan peringkatnya secara global.

Pada Juli, Alibaba mempratinjau model Qwen3.8-Max yang disebut sebagai model paling kuat dalam seri itu, menantang Claude Fable milik Anthropic dan GPT milik OpenAI.

Kekhawatiran China dan Tuduhan AS

Di China, kepala kementerian keamanan negara memperingatkan AI menimbulkan berbagai ancaman potensial, dari keamanan politik dan ideologi hingga serangan siber, kebocoran data, bahkan tantangan terhadap tata kelola.

Dalam artikel yang diterbitkan Minggu, Chen Yixin mengatakan teknologi itu bisa mengancam keamanan politik, institusional, dan ideologi China jika digunakan oleh "kekuatan bermusuhan dan individu dengan niat buruk."

Sejumlah individu mungkin memakai audio dan video deepfake buatan AI untuk menciptakan "rumor politik" dalam skala besar, tulisnya.

Chen secara khusus menyebut kemampuan Claude milik Anthropic dan GPT milik OpenAI sebagai contoh bagaimana AI bisa lebih mudah mengidentifikasi dan "mengsenjatai" kerentanan keamanan siber.

Pemimpin tertinggi China menyatakan negaranya harus mempercepat pengembangan AI dan mengejar kemandirian teknologi, tetapi juga menekankan perlunya mengendalikan risiko dan membangun kerangka tata kelola AI global.

📰 Update Terbaru