Pemerintah Tiongkok melalui General Administration of Customs of China (GACC) menerapkan sistem pengawasan impor pangan yang ketat dan komprehensif.
>>> Produksi Listrik Perusahaan Besar China Naik 2,6 Persen pada April
Hingga saat ini, sebanyak 2.840 pelaku usaha Indonesia telah terdaftar di GACC.
Hal ini menunjukkan bahwa produk Indonesia semakin dipercaya dan mampu memenuhi standar pasar internasional.
Partisipasi Indonesia di SIAL Shanghai 2026
Pada SIAL Shanghai 2026, Indonesia hadir melalui Paviliun Indonesia di Hall E3.
Sebanyak 17 perusahaan nasional menampilkan produk unggulan mereka.
Produk yang dipamerkan meliputi kopi, rempah-rempah, kacang-kacangan, confectionery, kerupuk, kakao olahan, hingga berbagai produk pangan olahan lainnya.
Dalam hari pertama pelaksanaan pameran, Indonesia mencatat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) senilai 3,5 juta dolar AS di Paviliun Indonesia.
Hasil tersebut menjadi awal yang positif dan nilainya diperkirakan masih akan terus bertambah.
"Capaian awal ini menjadi sinyal positif terhadap tingginya minat pasar internasional terhadap produk pangan Indonesia," ujar Wamendag Roro.
Pemerintah optimistis total potensi transaksi dari partisipasi Indonesia pada SIAL Shanghai 2026 dan rangkaian misi dagang dapat mencapai target sebesar 30 juta dolar AS.
"SIAL Shanghai menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkenalkan kualitas dan daya saing produk pangan nasional kepada dunia," sebut Wakil Menteri Perdagangan RI.
"Kami optimistis kerja sama dan peluang perdagangan yang terbangun melalui forum ini akan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan perekonomian Indonesia," pungkasnya.
Rangkaian kegiatan SIAL Shanghai akan berlangsung selama tiga hari ke depan.
>>> Analis: Bitcoin Tembus 81 Ribu Dolar AS Didorong RUU Kripto AS
Pemerintah optimistis total potensi transaksi dari partisipasi Indonesia pada ajang ini dan rangkaian misi dagang dapat mencapai target sebesar 30 juta dolar AS.