unique visitors counter
⌂ Beranda News Perwakilan Taiwan di Jepang Boikot Peringatan Nagasaki karena Penempatan Kursi

Perwakilan Taiwan di Jepang Boikot Peringatan Nagasaki karena Penempatan Kursi

Perwakilan Taiwan di Jepang Boikot Peringatan Nagasaki karena Penempatan Kursi
Ilustrasi: Perwakilan Taiwan di Jepang Boikot Peringatan Nagasaki karena Penempatan Kursi
A A Ukuran Teks16px

Perwakilan ekonomi tertinggi Taiwan di Jepang, Lee Yi-yang, menyatakan memboikot peringatan 81 tahun bom atom di Nagasaki, Jepang, pada Minggu (10/8).

Lee menuding pejabat kota Nagasaki pro-China dan menghina Taipei terkait penempatan kursi dalam upacara tersebut.

>>> Pemkab Pandeglang Lelang 45 Kendaraan Dinas Rusak Parah, Target Rp30 Juta

Dalam unggahan media sosial, Lee mengatakan penempatan kursi menunjukkan Nagasaki 'dengan sengaja menolak status Taiwan sebagai negara, sama sekali mengabaikan kedaulatan dan martabat Taiwan'.

Lee dan dua wakilnya memboikot upacara karena kursi yang disediakan untuk perwakilan Taiwan tidak termasuk dalam kursi yang disediakan untuk misi diplomatik.

Sebagai gantinya, Lee mengirim pejabat berpangkat lebih rendah dari Fukuoka.

Kantor Lee menyebut Nagasaki bertindak sebagai 'bidak dari desakan China bahwa Taiwan bukan negara dan tidak memiliki kedaulatan'.

Pejabat Nagasaki mengatakan kursi untuk pejabat Taiwan ditempatkan di belakang utusan lain dan tidak dibedakan secara jelas sebagai tamu nondiplomatik.

Wali Kota Nagasaki, Shiro Suzuki, mengatakan kepada wartawan pada Senin (11/8) bahwa ia telah menjelaskan pengaturan kursi kepada pejabat Taiwan dan akan terus berupaya mendapatkan pemahaman tentang kebijakan undangan kota.

Menurut surat kabar Asahi, kursi yang direncanakan untuk pejabat Taiwan adalah bagian dari peserta asing dari organisasi internasional dan utusan yang tidak muat di bagian tamu khusus untuk duta besar dan pejabat tinggi Jepang.

Jepang dan China menormalisasi hubungan diplomatik pada 1972, yang mengakhiri permusuhan perang.

Komunike bersama secara resmi mengakui hubungan diplomatik Tokyo dengan Beijing dan mengakhiri hubungan dengan Taipei, meskipun Jepang dan Taiwan masih memiliki hubungan ekonomi dan perdagangan yang erat melalui saluran nonpemerintah.

>>> Kemarau Panjang di Lebak, Petani Terpaksa Panen Dini dan Hasil Anjlok 70 Persen

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot