Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A. K.
Alsattari menegaskan bahwa rakyat Palestina akan tetap tangguh dan mampu mempertahankan diri di tengah konflik yang masih berlangsung.
>>> Dua Terdakwa Pembunuh Kacab Bank Dituntut Pecat dari TNI
Hal itu disampaikan dalam acara peringatan 78 tahun Peristiwa Nakba di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Senin (18/5/2026).
"Warga Palestina menegaskan kepada dunia bahwa mereka tetap kuat dan mampu mempertahankan diri di tengah konflik yang terus berlangsung," kata Dubes Abdalfatah.
Menurutnya, perjuangan rakyat Palestina dimulai sejak tanah mereka direbut oleh penjajah Israel. Perjuangan itu akan terus berlanjut hingga Palestina memperoleh kemerdekaan.
Meski menghadapi serangan dan jatuhnya korban jiwa setiap hari di Gaza maupun Tepi Barat, rakyat Palestina tetap bertahan dan saling melindungi.
"Kami sangat yakin bahwa suatu hari negara kami Palestina akan merdeka, Insya Allah.
Anak-anak kami kuat, perempuan kami kuat, rakyat kami di Gaza dan di Tepi Barat kuat, mereka mampu melindungi dirinya sendiri," ucapnya.
Abdalfatah menambahkan bahwa Peristiwa Nakba akan terus diajarkan kepada generasi penerus Palestina.
>>> Imigrasi Jakarta Pusat Sosialisasikan Kebijakan Global Citizen of Indonesia
Tujuannya agar seluruh masyarakat di dunia mengetahui seberapa banyak rakyat Palestina yang masih menderita di bawah penjajahan Israel.
"Jadi, setiap tahun kami memperingati peristiwa Nakba.
Tentang apa yang terjadi pada orang tua kami terdahulu dan bagaimana Israel merebut tanah kami, membunuh ribuan orang dan melukai ratusan ribu lainnya," katanya.
Al-Nakba adalah peristiwa tragis yang terjadi pada 1947-1948. Peristiwa itu mengakibatkan pengusiran dan pembersihan etnis massal terhadap penduduk Palestina dari tanah air mereka.
"Setiap tahun kami memperingati peristiwa Nakba.
Tentang apa yang terjadi pada orang tua kami terdahulu dan bagaimana Israel merebut tanah kami, membunuh ribuan orang dan melukai ratusan ribu lainnya," katanya.
>>> Peternak Bantul Berhasil Jual Sapi ke Presiden untuk Kurban
Al-Nakba adalah peristiwa tragis yang terjadi pada 1947-1948 yang mengakibatkan pengusiran dan pembersihan etnis massal terhadap penduduk Palestina dari tanah air mereka.