Draf belum secara resmi diajukan ke dewan dan negosiasi mengenai kata-kata masih berlangsung, kata para diplomat.
Dalam beberapa tahun terakhir, setiap kali empat negara mengajukan draf resolusi tentang Iran, resolusi tersebut selalu disahkan.
Namun, tindakan nyata oleh Dewan Keamanan terhadap Iran tidak mungkin terjadi karena Rusia dan China, sekutu Teheran, memiliki hak veto permanen.
Kekhawatiran IAEA atas pengayaan
Iran sering kali membalas resolusi IAEA dengan meningkatkan aktivitas nuklirnya atau mengurangi kerja sama. Namun, saat ini pilihan untuk kedua hal tersebut sangat terbatas.
Belum jelas apa dampak lain terhadap konflik Teheran dengan Amerika Serikat. Sebagai pihak dalam Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), Iran berhak mengembangkan teknologi nuklir, termasuk pengayaan, untuk tujuan damai.
Iran menyatakan tidak akan pernah memproduksi senjata nuklir. Namun, Iran adalah satu-satunya negara yang memperkaya uranium hingga 60 persen tanpa membuat bom.
IAEA telah menyatakan bahwa jumlah uranium yang diperkaya hingga tingkat tersebut sangat memprihatinkan.
Sebelum situsnya dibom, IAEA memperkirakan Iran memiliki 440,9 kg uranium yang diperkaya hingga tingkat itu.
Jumlah tersebut, jika diperkaya lebih lanjut, cukup untuk membuat 10 senjata nuklir, menurut standar IAEA.